Batu Angus, Lava Indah di Batas Kota Ternate
TERNATE, Tak selamanya kemurkaan alam itu tidak
membawa hikmah bagi manusia. Salah satunya yakni bongkahan lava kering,
"buah" dari
letusan Gunung Gamalama di kota Ternate, Maluku Utara,
ratusan tahun lalu, yang kini meninggalkan bekas.
Batu Angus, sebutan untuk bongkahan hitam lava yang mengering dan membatu itu sekaligus dijadikan nama lokasinya. Memang masih banyak warga yang belum menjadikan lokasi ini sebagai
sasaran untuk dijadikan tempat wisata berakhir pekan atau mengisi waktu
liburan. Lokasi ini memang kerap hanya dijadikan persinggahan sementara
oleh para wisatawan untuk berfoto dengan latar belakang hamparan kubahan
lava letusan Gunung Gamalama yang sudah mengering ini.
Tapi jangan salah.
Batu Angus justru memiliki keindahan lain yang tersembunyi. Panorama
keindahan alam laut dan bentangan pulau Halmahera ini sulit didapat di
tempat lain. Lokasinya yang tinggi, cukup menyimpan pemandangan panorama
indahnya kota Ternate, yakni laut dan pulau-pulau yang ada
dihadapannya.
Tumpukan batuan lava skoria ini tersusun seakan ditata tangan raksasa sehingga menghasilkan fisik yang legam.
Di belakangnya terbentang Gunung Gamalama dengan kawahnya yang
menganga, yang menjadi sumber asal batu-batu tersebut, serta hamparan
hutan dan pepohonan kelapa. Lokasinya memang berbeda jauh dengan lokasi
wisata yang ada. Nuansa gersang sangat terasa karena tidak ada satupun
pohon yang memberikan keteduhan. Kondisi kawasan wisata Batu
Angus ini memang masih amat natural dan belum tersentuh tangan jahil
atau olahan manusia, selain jalan masuk yang berliku-liku yang
panjangnya sekira 200 meter yang dibangun oleh pemerintah.
Namun, kokohnya kubahan lava yang mengering dan membatu itu justru
menjadi "pohon" bagi wisatawan yang memberikan keteduhan dan kerindangan
untuk bersantai dan menikmati panorama dari atas.
Selain tersembunyi, kondisi inilah yang kerap membuat salah satu lokasi wisata ini jarang dikunjungi para wisatawan.
"Paling banyak yang datang ke sini hanya pasangan muda-mudi untuk
bersantai dan menghabiskan waktu di sore hari," kata Ongen, warga
kelurahan Kulaba, kecamatan Pulau Ternate yang menjadi kampung yang
"menempel" di Batu Angus.
Bersantai di lokasi wisata dalam
hamparan lava kering dengan luas hampir mencapai 10 hektar ini, memang
pas dilakukan di waktu senja, kala matahari akan "beristirahat".Hanya saja, karena memang hanya dijadikan tempat transit,
tentunya tak ada yang tertarik untuk membuat warung-warung yang
menjajakan dagangan kuliner, seperti di lokasi wisata yang lain. Jadi,
bagi yang ingin bersantap sambil memandang panorama laut dari
ketinggian, harus membawa bekal sendiri.
Jalan raya yang
melintasi kawasan ini pun dirancang sedemikian rupa hingga membelah
kawasan tersebut menjadi dua bagian.
Jadi, jika melewati jalur ini, kita akan bisa menengok ke kiri maupun ke kanan untuk menikmati panorama Batu Angus dengan Gunung Gamalama di sisi barat dan laut di bagian timurnya.
Jadi, jika melewati jalur ini, kita akan bisa menengok ke kiri maupun ke kanan untuk menikmati panorama Batu Angus dengan Gunung Gamalama di sisi barat dan laut di bagian timurnya.
Di dalam kubahan lava letusan gunung tahun 1673
ini, kita bisa menikmati indahnya laut dan bentangan pulau Halmahera
dari ketinggian. Perpaduan onggokan bebatuan bagaikan stalagmite hitam
yang muncul dari permukaan bumi dengan hijau Gunung Gamalama, serta laut
biru yang terbentang. Sungguh sebuah pemandangan yang unik memesona dan
jarang ditemui.





NIce info, sangat bermanfaat. :)
BalasHapusKunjungan perdana saya, di tunggu follbacknya ya :)
www.imronofficial.blogspot.com
Done gan :)
BalasHapus